a. Teori Akuntansi menurut manfaat sebagai sumber referensi umum dalam praktek akuntansi dan pengembangan praktek baru akuntansi
Teori Sintaksis
Teori ini berhubungan dengan struktur proses pengumpulan data dan pelaporan keuangan. Teori sintaksis mencoba menerapkan praktek akuntansi yang sedang berjalan dan meramalkan bagaimana para akuntan harus bereaksi terhadap situasi tertentu atau bagaimana mereka akan melaporkan kejadian-kejadian tertentu.
Teori-teori yang berhubungan dengan struktur akuntansi antara lain teori praktek akuntansi tradisional (oleh Ijiri dan Sterling) yang disebut model Ijiri, model ini menerangkan praktek akuntansi tradisional yang ditekankan pada sistem biaya historis/ harga perolehan (historical cost system). Diperlukan untuk memperoleh pandangan yang lebih luas tentang praktek yang sedang berlangsung. Teori ini memungkinkan untuk dievaluasi secara lebih tepat, juga memungkinkan pengevaluasian terhadap praktek-praktek yang ada, yang tidak sesuai dengan teori tradisional. Teori yang berhubungan dengan struktur akuntansi dapat diuji untuk melihat konsistensi logis dalam teori itu, atau untuk melihat apakah teori-teori itu bener-bener dapat meramalkan apa yang dikerjakan akuntan. Pengujian lain menunjukkan bahwa meskipun teori tradisional tidak lengkap, namun sudah menunjukkan variabel-variabel yang relevan.
1. Pendekatan Non Teoritis:
Dalam metode ini perumusan teori akuntansi. Didasarkan pada keadaan praktek di lapangan. Di sini yang menjadi pertimbangan adalah hal-hal yang berguna untuk menyelesaikan persoalan secara praktis. Menurut pendekatan ini prinsip akuntansi yang dipakai adalah didasarkan pada kegunaannya bagi para pemakai laporan keuangan dan relevansinya dengan proses pengambilan keputusan.
2. Pendekatan Otoriter
Dalam metode ini yang merumuskan teori akuntansi adalah organisasi profesi yang mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengatur praktek akuntansi. Biasanya organisasi profesipun tetap memperhatikan aspek praktis dan pragmatis. Oleh karena itu maka pendekatan otoriter ini digolongkan juga sebagai pragmatis.
Daftar Pustaka : dimel 2002.multiply.com/journal/item/9
b. Pusat perhatian pada hubungan antara kejadian dan symbol/istilah
Teori Interpretasional (Semantis)
Teori ini berkonsentrasi pada hubungan antara gejala (obyek atau kejadian) dan istilah atau simbol yang menunjukkannya.
Di sini teori menghubungkan konsep dasar dari suatu teori ke obyek nyata. Hubungan ini dituangkan dalam bentuk aturan yang sesuai atau definisi operasional. Semantic menyangkut hubungan kata, tanda atau simbol dari kenyataan. Sehingga teori ini lebih mudah dipahami, realistik dan berarti. Misalnya Kesamaan akuntansi Aktiva = Utang + Modal.
Teori-teori yang berhubungan dengan interpretasi (semantik) diperlukan untuk memberikan pengertian dalil-dalil akuntansi yang bertujuan meyakinkan bahwa penafsiran konsep oleh para akuntan sama dengan penafsiran para pemakai laporan akuntansi. Pada umumnya, konsep akuntansi tidak dapat diinterpretasikan dan tidak mempunyai arti selain sebagai hasil prosedur akuntansi tertentu. Misalnya, laba akuntansi merupakan konsep buatan yang mencerminkan kelebihan pendapatan atas beban sesudah menerapkan aturan tertentu untuk mengukur pendapatan dan beban. Teori interpretasi memberikan interpretasi yang berguna terhadap konsep buatan dan menilai prosedur akuntansi alternatif berdasarkan interpretasi. Namun, konsep-konsep umum sering tidak dapat diinterpretasikan dan diberi pengertian yang berbeda oleh para peneliti yang berbeda. Misalnya, nilai tidak memiliki interpretasi khusus. Current value (nilai saat ini/nilai berlaku) akan mempunyai pengertian yang sama, sebelum menginterpretasikan kita harus melihat subkonsepnya dahulu sehingga terdapat kesepakatan yang jelas mengenai interpretasinya. Konsep nilai sekarang dari jasa yang akan datang, arus kas yang didiskontokan (discounted cash flows), harga pasar berlaku (current market prices), dan nilai bersih yang dapat direalisasikan (net realizable value) semuanya merupakan subkonsep dari nilai berlaku (current value) dan masing-masing dapat diberi aturan interpretasi khusus.
Contoh penerapan teori interpretif adalah sebagai berikut: pengukuran nilai persediaan pada saat ini, langkah pertama adalah menunjukkan sub konsep untuk menerapkan aturan interpretasi khusus. Jika harga beli berlaku yang dipilih maka current value dapat didefinisikan sebagai harga tukar untuk suatu barang di pasar pembelian pada tanggal neraca. Jika harga pasar tidak ada dapat dianggap harga pasar tidak layak pakai, maka alternatifnya adalah menilai prosedur akuntansi lain yang tersedia dalam kondisi interpretasi ini.
Pembuktian teori ini dapat diperoleh dari riset yang dilakukan untuk menentukan apakah pemakai informasi akuntansi memahami makna yang dimaksudkan oleh pembuat informasi, apakah telah konsisten dengan teori yang ada.
Daftar Pustaka : dimel 2002.multiply.com/journal/item/9
c. Sifat Pragmatisnya
Teori Perilaku (pragmatik)
Teori ini menekankan pada pengaruh laporan serta ikhtisar akuntansi terhadap perilaku atau keputusan. Penekanan dalam perkembangan teori akuntansi adalah penerimaan orientasi komunikasi dan pengambilan keputusan. Sasarannya pada relevansi informasi yang dikomunikasikan kepada para pengambil keputusan dan perilaku berbagai individu atau kelompok sebagai akibat penyajian informasi akuntansi serta pengaruh laporan dari pihak eksternal terhadap manajemen dan pengaruh umpan balik terhadap tindakan para akuntan dan auditor. Jadi, teori perilaku mengukur dan menilai pengaruh-pengaruh ekonomik, psikologis, dan sosiologis dari prosedur akuntansi alternatif dan media pelaporannya.
Metode Deskriftif (pragmatic) yaitu teori akuntansi mencoba menjawab pertanyaan ”APA”. Dalam metode ini akuntansi dianggap sebagai seni yang tidak dapat dirumuskan dan karenanya metode perumusan teori akuntansi harus bersifat menjelaskan atau descriptive. Dia menjelaskan dan menganalisa praktek yang ada dan diterima sekarang. Di sini diamati perilaku akuntan dalam berhubungan dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Metode ini disebut juga deskriptive accounting atau deskriptive theory of accounting. Beberapa contoh prinsip akuntansi yang menggunakan metode ini adalah buku Paul Grady: Inventory of General Accepted Accounting Principle for Business En terprises, APB Statement No. 4,
Tidak semua teori memiliki aspek pragmatis. Di sini hubungan pragmatis itu berkaitan dengan pengaruh kata-kata, simbol terhadap manusia. Akuntansi dianggap memiliki kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang. Teori akuntansi dianggap harus bermanfaat bagi pengambil keputusan sehingga informasi akuntansi juga harus sesuai dengan kebutuhan para pengambil keputusan ini.
Daftar Pustaka : dimel 2002.multiply.com/journal/item/9
d. Framework of accounting entity
Kerangka konseptual bagi FASB adalah sebagai penuntun badan dalam mengembangkan standar akuntansi dan pelaporan karena konsep-konsep dasar tersebut memberikan dasar umum dan alasan mendasar untuk mempertimbangkan berbagai alternatif yang ada. Kerangka konseptual menghasilkan tujuan dan dasar-dasar praktik akuntansi maupun pelaporan keuangan yang ada sekarang.
Kerangka konseptual juga bermanfaat untuk memilih metode yang paling tepat untuk pelaporan aktivitas perusahaan. Konsep-konsep dasar memberikan pedoman untuk memilih alternatif yang mencerminkan posisi keuangan dan hasil operasi dengan cara yang paling akurat untuk suatu perusahaan dalam lingkungan tertentu. Selain itu kerangka konseptual membantu proses pelaporan agar memberikan hasil yang lebih baik.
Pada akhirnya kerangka FASB menggabungkan berbagai konsep dan prinsip yang diterima secara luas yang telah dikembangkan dalam hasil kerja terdahulu. Di samping itu, beberapa asumsi lama yang mendasari praktik akuntansi diakui secara eksplisit maupun implisit di dalam kerangka tersebut.
Daftar Pustaka
- Belkaoui, Ahmed Riahi. (2001). Teori Akuntansi. Edisi Keempat. Jakarta: Salemba Empat.
- Hendriksen. (2000). Accounting Theory. 9th Edition.
2. Konsep Income serta konsep penilaian dan pengukuran revenue, expense,loss dan gain
Konsep Income
Makna income dalam konteks perpajakan berbeda dengan makna income dalam akuntansi. Dalam perpajakan, income dimaknai sebagai penghasilan, sedangkan di dalam buku-buku teks akuntansi, istilah income pada umumnya dimaknai sebagai jumlah bersih. Di dalam FASB konsep income di dalam teori akuntansi tersebut disebut dengan laba komprehensif. Karena secara umum,akuntansi menganut konsep penandingan, konsep kos historis, dan asas akrual, maka laba akuntansi yang sekarang dianut dimaknai sebagai selisih pendapatan dan biaya.
PENGERTIAN INCOME
Yang dimaksud pertama kali konsep laba sebenarnya adalah para ekonomi, kemudian para profesi akuntan mengikutinya. Adam Smith menjelaskan bahwa laba sebagai jumlah yang dapat dikomsumsi tanpa menggerogoti modal atau kenaikan dalam kekayaan. Ekonomi Inggris yang juga pemenang nobel Sir John Hicks memperluas hal ini dengan mengatakan bahwa laba adalah jumlah yang dapat dikonsumsi seseorang selama periode waktu tertentu dan sama sejahteranya pada akhir periode.
Dengan perkataan lain, laba menurut Smith dan Hicks adalah surplus sesudah pemeliharaan kesejahteraan, tetapi sebelum dikonsumsi. Laba dalam teori akuntansi biasanya lebih menunjuk pada konsep yang oleh FASB disebut laba komperhensif. Laba komperhensif dimaknai sebagai kenaikan asset bersih selain yang berasal dari transaksi dengan pemilik.
Dalam tingkatan sintaktis ini pengukuran income dengan menggunakan dua pendekatan, yakni pendekatan transaksi (transactions approach) dan pendekatan kegiatan (activities approach).
Konsep-konsep income dibedakan pada konsep pengukuran/perhitungan dan tingkatan teori akuntansi (sintaktis, semantik, dan behavior)
Konsep-konsep income dibedakan pada konsep pengukuran/perhitungan dan tingkatan teori akuntansi (sintaktis, semantik, dan behavior)
KONSEP-KONSEP INCOME
Konsep Laba dalam Semantik
Konsep laba dalam semantic berkaitan dengan masalah makna apa yang harus dilekatkan oleh perekayasa pelaporan pada symbol atau elemen laba sehingga laba bermanfaat (usefull) dan bermakna (meaningfull) sebagai informasi.
Makna semantic laba yang dikembangkan diatas akhirnya harus dapat dijabarkan dalam tataran sintaktik. Ini berarti konsep laba jarus dioperasionalkan dalam bentuk standar dan prosedur akuntansi yang mantap dan objektif sehingga anggka laba dapat diukur dan disajikan dalam statement keungan. Salah satu bentuk penjabaran makna laba secara sintaktik adalah mendefinisi laba sebagai selisih pengukuran dan penandingan antara pendapatan dan biaya. Tentang pendapatan, masalah teoritis pendapatan dan biaya adalah definisi dan pengukuran dalam arti luas. Definisi meupakan masalah pada tataran semantik. Pengukuran dalam arti luas yang meliputi pengakuan, saat pengakuan dan prosedur pengakuan ditambah cara mengungkapkan (disclosure) merupkan masalah pada tataran sintaktik. Bila laba didefinisi sebagai pendapatan dikurangi biaya, masalahnya adalah kapajn laba timbul sehingga harus diukur dan diakui. Parallel dengan masalah pengukuran pendapatan, terdapat dua criteria atau pendekatan dalam pengukuran laba yaitu pendekatan transaksi (transaction approach) dan pendekatan kegiatan (activities approach).
Pada tahapan ini, teori ini berusaha menjawab pertanyaan apakah yang harus dipresentasi oleh laba. Seperti teori tentang asset, realitas atau kegiatan entitas yang harus dipresentasi oleh angka laba. Makna yang terkandung dalam laba akhirnya harus diinterprestssi oleh pemakai. Pemaknaan laba secara semantic akhirnya akan menentukan laba secara sintatik yaiitu pengukuran dan penyajiannya. Untuk memberikan makna interpretative kepada accounting income, para kuntan sering meminjam 2 konsep ekonomi sebagai titik tolak yaitu konsep “better-offness” dan “maximation of profit” (dalam keadaan tertentu seperti struktur pasar,demand terhadap barang yang bersangkutan dan input cost). “Better-offness” merupakan bentuk lain daripada konsep profit maximation atau pengukuran efisiensi. Akan tetapi , dengan konsep laba ini sebagai sasaran, bagaimana pengukuran laba masa lalu dapat memberikan dasar untik menentukan efisiensi sebuah perusahaan. Efisiensi adalah suatu istilah yang relative dan hanya mempunyai arti bila dibandingkan dengan yang ideal atau beberapa dasar yang lain.
Pada tahapan ini, teori ini berusaha menjawab pertanyaan apakah yang harus dipresentasi oleh laba. Seperti teori tentang asset, realitas atau kegiatan entitas yang harus dipresentasi oleh angka laba. Makna yang terkandung dalam laba akhirnya harus diinterprestssi oleh pemakai. Pemaknaan laba secara semantic akhirnya akan menentukan laba secara sintatik yaiitu pengukuran dan penyajiannya. Untuk memberikan makna interpretative kepada accounting income, para kuntan sering meminjam 2 konsep ekonomi sebagai titik tolak yaitu konsep “better-offness” dan “maximation of profit” (dalam keadaan tertentu seperti struktur pasar,demand terhadap barang yang bersangkutan dan input cost). “Better-offness” merupakan bentuk lain daripada konsep profit maximation atau pengukuran efisiensi. Akan tetapi , dengan konsep laba ini sebagai sasaran, bagaimana pengukuran laba masa lalu dapat memberikan dasar untik menentukan efisiensi sebuah perusahaan. Efisiensi adalah suatu istilah yang relative dan hanya mempunyai arti bila dibandingkan dengan yang ideal atau beberapa dasar yang lain.
Konsep Laba Dalam Sintaksis
Meskipun akuntasi mendefinisikan pada interprestasi dunia nyata atas laba akuntasi atau dampak perilakunya (baik kemampuan prediktifnya ataupun relevansinya secara umum dalam proses pembuatan keputusan ), mereka umumnya mendasarkan prinsip dan ukuran pada premis yang mungkin tidak berkaitan dengan fenomena dunia nyata atau pengaruh perilaku. Sebagai contoh, sekelompok Studi tentang Tujuan Laporan Keuangan mengatakan bahwa “ penghasilan didasarkan pada ketentuan dan aturan yang harus logis dan secara internal konsisten, sekalipun itu tidak serasi dengan pandangan para ekonom atas laba “. Ketentuan dan aturan itu dibuat logis dan konsisten yang mendasarkan pada premis dan konsep yang telah dikembangkan dari praktik yang ada. Akan tetapi konsep-konsep tersebut seperti realisasi, pandangan, dasar akrual, dan alokasi biaya dapat didefinisikan hanya dalam pengertian aturan yang tepat, karena hal itu tidak sepadan dalam dunia nyata.
Akuntan telah menggunakan istilah ini, sehingga mereka cenderung menerima hal itu sebagai mempunyai interprestasi dalam dunia nyata. Sulit untuk menerima kenyataan bahwa hal itu tidak mempunyai signifikansi diluar peranan terbatsnya dalam logika struktur akuntasi. Tidak adanya signifikansi merupakan satu alasan mengapa banyak mahasiswa mengalami kesulitan. Operating income (Laba Operasi) menunjukan jumlah yang tersisa dari seles setelah dikurangi dari cost of goods sold (Harga Pokok Penjualan), Depreciation (Penyusutan), biaya penjualan dari tahun ke tahun.
Konsep Laba Dalam Pragmatis
Tataran pragmatis dalam teori komunikasi berkepentingan untuk menentukan apakah pesan sampai kepada penerima dan mempengaruhi perilaku sebagaimana diarah. Teor
Borgata Hotel Casino & Spa - Mapyro
BalasHapusWelcome to the Hotel Casino & Spa, 고양 출장마사지 where excitement and fun 춘천 출장안마 never get out of 부천 출장마사지 hand. Explore Borgata Hotel Casino 군포 출장마사지 & Spa location map and click 군산 출장마사지 "Start Time"
my sources dildos,dog dildo,dog dildo,dildos,horse dildo,sex chair,vibrators,horse dildo,sex chair directory
BalasHapus